Bisakah Materi Filsafat dibawakan dalam PPAB?

 

[TANYA JAWAB SEPUTAR GMNI]


Materi Filsafat dan segala hal tentang filsafat tidak bisa dibawakan dalam PABB atau diperkenalkan kepada Calon Anggota.


Mengapa seperti itu?


GMNI tidak mengajarkan Ilmu Filsafat dikarenakan GMNI tidak ingin ada Anggota Baru yang baru saja mengikuti PPAB, merasa lebih hebat/pintar dari seniornya yang lebih dulu masuk di GMNI. 


Seseorang memahami filsafat yang tidak dibarengi dengan memahami Hakekat Ilmu, akan membuat orang itu merasa lebih hebat/pintar dari pada orang yang ada disekitarnya meskipun ia adalah seorang Kakak. Dan ketika ia seperti itu, maka ia akan mudah merendahkan orang lain yang membuat dirinya semakin meninggikan derajatnya.


Bila hal itu terjadi maka yang akan terjadi ada dua hal : Pertama, ia selalu memprotesnya setiap apa yang menjadi Pengurus atau orang yang diatasnya meskipun itu dianggap oleh banyak orang, tidaklah rasional. Kedua, ia akan menjadi orang yang tidak mau diperintah/disuruh oleh siapapun, apalagi ia merasa yang memerintahnya/menyuruhnya lebih hebat/pintar dari dia.


Maka itu GMNI menginginkan setiap anggota baru harus tunduk dan patuh kepada kebijakan orang-orang yang ada diatasnya.


Lalu Apakah Meteri Filsafat tidak harus ada dalam Pengkaderan GMNI?


~ Materi Filsafat tetap ada dalam Pengkaderan GMNI.

~ Materi Filsafat berada dalam Pengkaderan KTD.

~ Materi Filsafat hanya diperuntukkan untuk ia yang akan berlegalitas Kader.

~ Materi Filsafat untuk Kader bertujuan agar kader tersebut dapat menelaah dengan baik setiap permasalahan yang ada.

(~ Tidak seperti kebanyakan orang yang baru saja berkader (Pengkaderan awal seperti PPAB), setelah dinyatakan lulus, ia merasa pintar lalu mencari lawan berdebat [KARENA FILSAFAT]).

~ Materi Filsafat yang digunakan GMNI adalah Filsafat MDH (Materialisme, Dialektika, Historis) atau Madilog karangan Tan Malaka.

~ MDH digunakan sebagai Pisau analisa bagi seorang Marhaenis dalam GMNI.

~ MDH sebagai Pisau analisa digunakan bagi mereka yang mempelajari dan memahami Metode Berpikir Marhaenisme.


Sekian dan Terima kasih.

Posting Komentar

Sikahkan Komentar dengan baik dan beretika!!!

Lebih baru Lebih lama