Hadirkan Tokoh Publik, GMNI Kendari Gelar Dialog Bahas Revolusi Pemikiran Generasi Z

Foto Bersama dalam Dialog GMNI Kendari/DPD GMNI SULTRA NEWS. 

Kendari, DPDGMNISULTRA.ID — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari menggelar dialog publik di Warkop Universe Resto dan Coffe Kendari, Jum’at 23/12/2023 (malam).

Dengan mengangkat tema: “Peluang dan Tantangan Caleg Sultra Tahun 2024 Menghadapi Revolusi Pemikiran Gen Z”

Dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024 generasi muda agar apa yang menjadi ide, pemikiran bisa tersalurkan dalam ruang politik dan ruang kebijakan sehingga bisa menjadi orientasi kedepan yang berefek pada masyarakat secara umum.

Hadir sebagai narasumber tokoh-tokoh publik yakni Ketua DPP KNPI, La Ode Umar Bonte yang juga calon DPD RI, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari periode 2019-2024 dan akan mencalonkan diri lagi pada Pilcaleg 2024 L.M Rajab Jinik, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara yang juga Caleg DPR RI, Muh. Endang SA, Ketua Jari Kota Kendari, La Ode Hidayat dan pengamat politik Sultra Dr.M Najib Husain

Narasumber pertama, La Ode Umar Bonte dalam ulasannya melihat peran penting yang akan di lakukan oleh generasi Z sangat berpeluang untuk meloloskan gagasan dan ide besar dalam pemilu tahun 2024 ini.

Ia membeberkan, zaman sudah berubah sehingga peluang dan tantangan juga semakin kompleks dan dinamis sehingga perlu ada skema dan pola baru yang di lakukan dalam sektor politik, sosial, ekonomi maupun hal yang lain.

“Kalau momentum itu kita hanya lewatkan dengan euforia, maka apa yang bisa kita ukir dalam generasi ini, jangan sampai kita hanya menjadi penonton tetapi tidak punya tawaran dalam hal kebijakan,” ungkapnya.

Salah satu faktornya adalah bagaimana semangat lapisan generasi muda sedikit berbeda tetapi mempunyai orientasi yang sama untuk masa depan. Pada intinya semua generasi mempunyai keindahan dan masa keemasannya tersendiri.

“Saya ingin berbagi pengalaman di generasinya kami dengan segala keterbatasan tapi mampu mengukir sejarah di tengah keheningan maupun menjadi terkenal meskipun belum ada internet, medsos dan alat komunikasi yang lain,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, L.M Rajab Jinik, memaparkan posisi generasi Z mempunyai peran yang sangat signifikan dalam memberikan gagasan dan ide-idenya dalam momentum pemilu dan pesta demokrasi tahun 2024.

“Kita ingin menguji dan membuka pikiran generasi muda, agar betul-betul memanfaatkan peluang ini tidak hanya untuk masyarakat tetapi pada orientasi kebutuhan generasi, misalnya di sektor pendidikan, perkembangan UMKM dan hal-hal yang lain,” ungkapnya pada 22 Desember 2023 di Kendari.

Ia juga mengatakan, agar orang-orang yang maju menjadi wakil rakyat adalah mereka yang mempunyai potensi dan kualitas. Memiliki sasaran program dan visi misi jangka panjang, bukan hanya menyebar baleho untuk mengangkat popularitas tetapi harus memahami apa yang harus di lakukan.

“Anggota DPRD adalah representasi rakyat, juru bicara ketika ada persoalan, bukan hanya duduk diam dan tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk masyarakat. Jadi ini menjadi refleksi dan pembelajaran juga agar kita memilih wakil rakyat yang betul-betul memahami persoalan,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga menentang mahasiswa untuk membuka gagasannya yang itu akan di jadikan sebagai implementasi kebijakan yang berorientasi kepada masyarakat dan generasi muda.

“Karena kita tau bahwa perubahan itu selalu berangkat dan diawali dari kampus,” harapnya.

Sementara itu, Ketua JARI Kota Kendari, La Ode Hidayat mengharapkan agar generasi milenial dan Gen Z bisa melek terhadap politik, apa lagi menghadapi pemilu 2024.

“Generasi harus punya tawaran program, ide dan gagasan agar momentum ini tidak hanya terlewat begitu saja,” ujarnya.

Dilanjutkan oleh, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara Muh. Endang SA menilai sangat miris melihat situasi dan kondisi sekarang di mana kekuatan social society sedikit melemah dalam hal pengawasan kebijakan pemerintah.

“Kelompok penekan dari mahasiswa, organisasi, pers dan lainnya ada penurunan. Banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat jebol begitu saja tanpa ada protes dari berbagai lintas organisasi, sehingga ini yang harus menjadi refleksi dan evaluasi bersama bagaimana merapikan kembali gerakan dan pengawasan kita,” bebernya.

Narasumber terakhir pengamat Politik Sulawesi Tenggara Muh. Najib Husain mengatakan agar pemilu kali ini bisa menciptakan pemilu yang berkualitas, demokratis dan subtansial.

“Peran kita juga sebagai generasi harus bisa mengawasi penyelenggara pemilu agar tetap netralitas dan menjaga independensinya,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan, agar wakil rakyat yang terpilih kedepan pada pilcaleg tahun 2024 bisa merepresentasi dari pada persoalan rakyat khususnya anggota DPRD dari perempuan.

Dalam suasana kegiatan dialog tersebut meskipun di tengah kondisi hujan tetapi tidak menghalangi dari pada antusias mahasiswa dan pemuda terhadap apa yang di sampaikan oleh tokoh-tokoh publik tersebut.**

Penulis: Rasmin Jaya, Ketua DPC GMNI Kendari.

Posting Komentar

Sikahkan Komentar dengan baik dan beretika!!!

Lebih baru Lebih lama